6 Tips Agar Anak Senang Belajar

6 Tips Agar Anak Senang Belajar

Tidak semua anak senang belajar.
Buktinya tidak sedikit orang tua yang ngejar-ngejar anaknya agar belajar.

Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin tidak terkontrol yang membuat anak semakin terlena untuk meninggalkan ruang belajar.

Tips Agar Anak Senang Belajar Sebagai Berikut :

1. Berikan Contoh/Teladan

Orang tua adalah model utama anak.
Apalagi anak mempunyai kebiasaan meniru sikap, perilaku, omongan dan hal-hal lainnya dari lingkungannya.

Oleh karena itu, anda harus memberikan teladan pada anak tentang kebiasaan belajar.
Misalnya saat jam belajar hargailah rutinitas belajar anak dengan cara tidak membunyikan radio, menonton TV atau ngobrol dengan tetangga.

Anda harus menunjukkan pada anak anda bahwa anda sangat senang dengan rutinitas belajarnya, tentu saja dengan memberikan dukungan baik secara materi ataupun kondisi.

Sadar atau tidak sadar perilaku yang berkebalikan akan mempengaruhi mental anak, misalnya anda menyuruh anak anda belajar di kamar, sedangkan anda beserta pasangan asyik menonton TV dengan guyonan-guyonan yang bisa memancing emosi anak.

Anak-anak yang kritis biasanya akan protes atas sikap anda yang tidak sesuai dengan apa yang anda perintahkan pada anak anda.

Contoh sepele, anda selalu menyuruh anak anda sholat.
Pada saat adzan berkumandang, dengan segala kedisiplinan anda sebagai orang tua, anda menyuruh anak anda segera mengambil wudhu dan menyuruhnya sholat.

Jika anda tidak melakukan hal yang serupa maka anak anda akan memprotes baik secara batin maupun lisan tindakan anda tersebut.

Anehnya orang tua masih bisa berdalil begini begitu untuk menghindari protes anaknya tersebut.

Bukanlah sikap yang bijaksana jika seorang ibu atau bapak berdalil untuk menghindari protes anak yang secara terang-terangan memang bukan perilaku positif.

Memberikan pengertian pada anak akan makna belajar juga sangat penting.
Hal ini bertujuan agar anak tidak semata-mata belajar karena kewajibannya sebagai anak sekolah, tetapi juga kesadaran akan pentingnya belajar.

2. Penuhi Fasilitas Belajar Anak Supaya Anak Senang Belajar

Fasilitas merupakan sarana pendukung yang tidak bisa dilepaskan dari sebuah tujuan.
Jika anda menginginkan anak anda rajin belajar, tentu sudah menjadi kewajiban anda untuk memenuhi fasilitasnya untuk mendapatkan tujuan tersebut.

Fasilitas belajar tidak hanya terbatas pada alat-alat tulis saja, melainkan ruang belajar yang memadai, menyenangkan juga penerangan yang nyaman untuk anak belajar.

Jika anda mampu memfasilitasi anak anda dengan teknologi yang canggih, itu akan lebih baik lagi. Ingat bahwa tidak selamanya game membawa dampak buruk bagi anak asal anda tetap memegang kendalinya.

Menyuruh anak belajar dengan duduk manis di kamar bisa membuat anak menjadi tertekan dan tidak fun dengan rutinitasnya.

Akibatnya belajar menjadi hal yang tidak menyenangkan baginya.
Meskipun begitu, anda harus tetap bisa bersikap bijak dalam mengenalkan teknologi pada anak.

Sebelum mengenalkan teknologi, cobalah untuk mengkaji ulang manfaat dan mudharat dari teknologi tersebut. Buatlah jadwal yang teratur agar anak tidak bosan dengan rutinitas yang monoton.

Bermain game merupakan langkah bagi anak untuk menyeimbangkan kerja otak kanan dan kirinya. Kebanyakan anak merasa lebih fun bermain game daripada belajar dikamarnya.

Anda juga bisa memberikan jam tambahan pada anak dalam bermain game sebagai hadiah anda atas prestasinya, itupun jangan terlalu sering.

Mendesain kamar belajar sesuai dengan keinginan anak juga bisa memberikan nilai plus untuk menumbuhkan minat anak terhadap belajar.

Buku-buku bergambar dengan desain sampul yang unik juga bisa menjadi alternatif bagi anda untuk mendongkrak minat anak dalam belajar.

Ajaklah sesekali anak ke toko buku agar wawasan anak terhadap dunia pendidikan semakin bertambah.

Jika anda mampu mintalah anak untuk membeli buku sesuai dengan kesenangannya, entah itu buku cerita, dongeng atau buku-buku penunjang belajar anak yang lain.

Mendesain ruang belajar seperti ruang kelas anak di sekolah juga bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat belajar anak.

3. Pola Kebiasaan Agar Anak Senang Belajar

Karakter anak terbentuk karena kebiasaan.
Jika sejak dini anda mempolakan belajar pada anak, kebiasaan itu kemungkinan besar akan tetap menempel pada anak saat usia sekolah, bahkan sampai dewasa.

Buatlah jadwal belajar rutin setiap harinya.
Pada jam-jam belajar ini mintalah kesepakatan dengan anggota keluarga anda untuk tidak menonton TV, mendengarkan radio, bermain game atau melakukan aktivitas lainnya yang tidak mendukung.

Meskipun anda dan pasangan sudah tidak sekolah lagi, bacalah beberapa buku atau majalah koleksi anda, sehingga anda kelihatan belajar di mata anak anda.

Saat usia anak masuk pada tahapan sekolah, maka sebaiknya anda memilih lembaga pendidikan yang sesuai dengan kemampuan finansial dan kecerdasan anak.

Perlu diketahui bahwa kenyamanan anak saat sekolah merupakan faktor penting daam menentukan keberhasilan anak.

4. Jadikan Anak Sebagai Partner Belajar

Tidak selamanya orang tua harus selalu tampak pintar, adakalanya perlu sesekali kelihatan bodoh dan tidak tahu untuk memancing penjelasan anak .

Hal ini bisa mendorong anak untuk lebih percaya diri dan mencari sebanyak mungkin informasi baik dari guru, buku bacaan maupun media elektronik yang tersedia.

Setiap anak fitrahnya suka terhadap pujian, dianggap pintar atau diperhatikan.
Ekspresi anda yang berlagak bodoh di depan anak akan mampu mendongkrak semangat belajarnya.

Tapi ingat, pada hal-hal tertentu anda harus tetap bersikap tegas pada anak.
Membiarkan anak memegang kendali dalam rumah tangga (anak sebagai penguasa, sedang anda seolah-olah menjadi pelayan yang melayani segala kebutuhan anak, dari mulai bangun tidur, memakaikan baju, sepatu, menyuapi dll) bukanlah pola didik yang baik.

5. Lakukan Kunjungan Edukasi Keluarga Supaya Anak Senang Belajar

Manfaatkan waktu week end anda untuk berkumpul, sekaligus belajar bersama keluarga.

Tidak harus mengunjungi tempat-tempat yang mahal dan menggunakan perijinan yang mahal dan menggunakan perijinan yang rumit.

Sesekali anak diajak ke pasar tradisional untuk melakukan transaksi jual beli.
Datangkan langsung ke sumber-sumber kehidupan sehari-hari, misalnyya peternakan sapi, kemudian dilanjutkan ke pabrik pembuatan susu.

Dengan ini anak akan belajar proses-proses produksi, distribusi sampai konsumsi.
Selain itu kunjungan edukasi yang anda lakukan bisa mendorong anak untuk tidak selamanya menjadi konsumen tetapi perlu menjadi produsen.

Hal ini akan mengurangi gaya hidup konsumtif dan meningkatkan nilai produktivitas SDM yang akan datang.

Melakukan kunjungan edukasi sama dengan belajar secara alam (dengan praktek langsung).
Jika selama ini anak hanya mendapatkan teori disekolahnya, maka dengan melakukan kunjungan seperti ini akan berkesan bagi anak.

Emosi dan imajinasi anak yang berjalan saat kunjungan merupakan bagian dari kecerdasan, karena anak menggunakan sistem kerja otak kanan.

Jadi tidak hanya kesenangan yang didapat, ilmu-ilmu barupun akan didapatnya melalui praktek dan kunjungan lapangan yang anda lakukan bersama keluarga.

6. Jadikan Anak Sebagai Pelopor

Memulai kebaikan memang tidak mudah. Tapi sekali lagi belajar adalah proses, bukan sekedar memasukkan informasi ke otak tanpa aplikasi positif yang nyata.

Tak ada salahnya anda melatih anak anda untuk berbeda dengan anak-anak yang lain (tentu saja dalam hal positif).

Misalnya jika kebanyakan teman anak anda berangkat diantar mobil, sepeda motor atau mobil angkutan, mintalah anak anda sesekali untuk berangkat sekolah menggunakan sepeda atau jalan kaki jika jaraknya dekat.

Sebaiknya anak tidak sendirian dalam melakukan hal yang beda tersebut, tapi anda pun harus melakukan gerakan yang sama.

Menjadikan anak sebagai pelopor dalam berbuat kebaikan akan memberikan dampak positif bagi anak.

Paling tidak hal ini merupakan hasil yang positif dari proses belajarnya selama ini di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.