Belajar Di Mulai Dari Yang Mudah

Belajar Di Mulai Dari Yang Mudah

Belajar di mulai dari yang mudah merupakan langkah yang tepat dalam belajar.

Mengapa?
Hal ini akan membuat otak kanan aktif karena emosi positif timbul.
Otak kanan yang aktif akan seimbang dengan otak kiri.
Akhirnya kedua belah otak aktif dan berguna untuk belajar yang lebih sulit.
Jika belajar dimulai dari yang sulit, maka otak kiri akan lebih aktif, sedangkan otak kanan tidak terpicu karena tidak adanya unsur enjoy dan fun.

Akibatnya, otak kiri anak akan menjadi kelebihan beban, sehingga anak akan menjadi bosan, terbebani, apalagi jika materi yang harus dipelajarinya masih banyak.

Yang penting untuk diingat adalah bahwa belajar di mulai dari yang mudah tidak selalu harus diawali dari awal buku. Berdasarkan hukum awalan dan akhiran dari penelitian ahli psikologi Von Restoff, otak manusia cenderung akan menyerap informasi atau mengingat paling banyak pada hal-hal pertama dan terakhir yang dipelajari.

Maka, jika anak anda terbiasa belajar dari awal buku (yang biasanya merupakan penjelasan dasar), maka sangat besar kemungkinan inti dari materi yang dipelajari anak tidak diserap otak dan anak akan menjadi bosan.

Hindari Belajar Sistem Wayangan

Belajar sistem wayangan (atau dengan istilah lain disebut SKS – sistem kebut semalam) adalah sistem belajar yang banyak diminati para pelajar dan mahasiswa dan lumrah karena sudah biasa.

Alasannya efektif dan kilat.
Bagaimana tidak efektif dan kilat?
Semua materi pelajaran disantap habis hanya dalam waktu semalam saja!!!

Sistem belajar seperti ini sebenarnya tidak bagus, karena melawan cara kerja alami otak manusia.

Otak butuh jeda atau istirahat untuk mengoptimalkan pemahamannya.
Itu tidak bisa didapat pada sistem belajar wayangan.
Selain itu, sistem ini justru malah tidak akan memberikan hasil maksimal saat hari H (ujian).

Kalaupun pada hari H tersebut anak sukses mendapatkan hasil yang baik, kemungkinan besar apa yang dipelajarinya tersebut tidak akan bertahan lama, melainkan hanya sesaat saja.

Sesungguhnya belajar atau memahami sesuatu bukanlah semata-mata bertujuan untuk mendapatkan nilai yang baik saat ujian, tapi bagaimana materi itu bisa tinggal lama di otak anak.
Itulah yang dinamakkan pemahaman sejati dan kecerdasan.

Tidur yang cukup dan berkualitas juga diyakini mampu membantu mengembangkan kemampuan otak.

Penelitian membuktikan bahwa anak yang melakukan istirahat (tidur) berhasil mengingat 56 % (dari materi yang dihafalkannya), sedangkan anak yang tanpa tidur hanya mengingat 9 %.

Padahal, waktu yang diberikan kepada keduanya untuk kata/kalimat adalah sama.

Belajar Di Mulai Dari Yang Mudah Dengan Sistem Role Playing

Role playing atau bermain peran mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mengetahui seberapa banyak anak anda sudah menguasai mata pelajaran yang dipelajarinya.

Caranya,
setelah anak selesai belajar, mintalah anak anda untuk berperan sebagai guru, sedang anda sebagai muridnya.

Mintalah anak anda untuk mempresentasikan apa-apa yang sudah dipelajarinya, tentu saja dengan kata-katanya sendiri.

Jika anak berhasil melakukannya, berikanlah peghargaan (bisa berupa pujian atau ekspresi non verbal) kepada anak anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.