Mengapa Teknik Belajar Harus Efektif

teknik belajar efektif

Prestasi akan diraih jika teknik belajarnya efektif.
Tentu anda sangat setuju dengan kalimat ini bukan?
Jika teknik belajar yang anda terapkan pada anak anda efektif, tentu anak anda akan merasakan fun dengan rutinitas belajar yang mungkin sudah anda jadwalkan.

Bisa jadi, dengan teknik belajar yang efektif, rutinitas ini akan menjadi kegiatan yang menyenangkan, mengasyikkan dan ngangeni bagi anak anda.

Jika anda adalah orang tua yang sibuk, maka langkah paling bijak adalah menerapkan teknik-teknik belajar secara efektif dan efisien.

Tentu saja hal ini harus dibarengi dengan kenyamanan anak dalam belajar.

Teknik Belajar Efektif Untuk Seimbangkan Kerja Otak

Masih ingatkah anda ketika usia anda masih dalam usia masa pra sekolah? Atau tepatnya saat anda duduk di bangku TK.

Jika anda tidak mengingatnya secuilpun, maka cobalah melihat anak-anak TK di sekitar anda.
Anda akan melihat betapa bersemangatnya mereka dalam menjalani hari-harinya.

Tidak ada keluhan sedikitpun yang terlontar dari bibir mereka. Saat-saat bertemu dengan guru dan temannya adalah saat-saat indah.

Mungkin sekolah adalah surga bagi mereka.
Tahukah anda penyebabnya ?
Kerja otak yang seimbang adalah kunci utamanya.
Pelajaran di bangku TK diajarkan dengan cara bermain dan banyak menggunakan media gambar, warna dan gerakan.

Sangat berbeda dengan anak SD yang lebih dominan menggunakan kerja otak kiri, mulai dari mendengarkan guru, menulis/mencatat, berdiskusi dan sebagainya.

Akibatnya otak kiri akan menjadi kelebihan beban dan sebagai imbasnya, untuk menyeimbangkan kerja otak tersebut anak akan menjadi pelamun (imajinatif).

Jika keseimbangan otak tak didapatkan, anak akan menjadi bosan, jenuh atau tertekan dengan materi pelajaran yang didapatnya di sekolah.

Akibatnya saat anak diberi tugas hafalan, tugas mengingat atau ujian dengan secepat kilat anak akan mengeluh karena merasa otaknya sudah penuh.

Namun tahukah anda bahwa otak manusia mempunyai kemampuan dan kapasitas yang tidak terbatas ?
Jadi salah besar jika anak anda atau mungkin anda sendiri mengatakan bahwa otak sudah penuh sehingga tidak mengingat hal yang lain.

Yang benar adalah masuknya informasi ke dalam otak tidak diatur dengan baik sehingga informasi itu kusut dan menyulitkan masuknya informasi lain ke dalam otak.

Ironisnya,mata pelajaran dan kurikulum di dunia pendidikan sekarang ini lebih menekankan pada peningkatan aspek otak kiri.

Anda tidak percaya dengan hal ini ?
Kalau anda tidak percaya berarti anda perlu meninjau kembali beberapa mata pelajaran di sekolah tempat anak anda belajar.

Apakah mata plajaran menyanyi, menggambar dan olah raga lebih berbobot dan tidak dpandang sebelah mata daripada mata pelsjaran sains, bahasa inggris, sosial, biologi dan matematika ?
Saya yakin anda akan memberikan jawaban TIDAK!!

Otak kanan dan otak kiri selalu berusaha seimbang dalam bekerja.
Cobalah mengamati perilaku anak setiap harinya.
Tidak pernahkah terpikir oleh anda, mengapa anak anda lebih suka bermain game atau membaca komik daripada belajar untuk mempersiapkan ujian sekolah?

Bermain game atau membaca komik merupakan langkah anak anda dalam menyeimbangkan kerja otaknya.gambar, warna dan cerita khayalan adalah kerja otak kanan sedangakan teks adalah kerja otak kiri.

Menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri merupakan langkah paling efektif untuk mendapatkan kreativitas dan prestasi.

Akibat dari penggunaan otak yang tidak sesuai adalah menurunnya daya ingat, motivasi belajar / bekerja yang rendah, otak yang cepat capai dan tidak kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.