Cara Mendisiplinkan Anak Dengan Time Out

Cara Mendisiplinkan Anak Dengan Time Out

Orang tua mendambakan agar anaknya kelak menjadi orang sukses yang bisa meraih cita-citanya, sehingga beroleh kebahagiaan. Untuk mencapai itu semua maka orang tua melakukan berbagai cara agar nantinya anak berhasil. Salah satunya ialah dengan cara mendisiplinkan anak.

Terutama jika anaknya membangkang dan tidak bisa mengelola waktunya dengan baik.

Dan untuk mengatasinya, kekerasan bukanlah solusi yang tepat untuk diterapkan.kadang kala orang tua menemukan kesulitan dalam mengasuh anak agar bisa berhasil dengan baik dan bisa mendulang sukses.

Banyak orang tua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya agar dipatuhi anak-anak. Orang tua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orang tua, berbicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tepat waktu ketika tidur siang, yang kesemuanya mengatur aktivitasnya.

Namun harus tetap ingat, kedisiplinan yang anda maksud tidak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja, tetapi juga mengajarkan cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga bisa tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Salah satu teknik yang bisa anda terapkan untuk mendisiplinkan anak ialah dengan time out (waktu jeda).

Apa itu time out?
Dan bagaimana cara menerapkannya?
Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika menerapkan menerapkan time out (waktu jeda).

Time Out Sebagai Cara Mendisiplinkan Anak

Time out (waktu jeda) adalah teknik disiplin dengan menempatkan anak di sebuah tempat yang sangat membosankan baginya untuk beberapa menit setelah berperilaku yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Banyak orang tua yang menemukan waktu jeda sebagai sarana efektif untuk memperbaiki perilaku anak daripada memukul, menjerit, dan berteriak dan juga efektif untuk menurunkan perilaku bermasalah seperti tantrum.

Banyak orang tua yang telah menerapkan time out tetapi tidak berhasil.
Hal ini bisa terjadi kebanyakan karena waktu jeda tidak digunakan secara benar.

Untuk itu sangat penting untuk bisa mengikuti prosedur dengan baik, hanya membutuhkan sedikit perubahan dalam prosedur untuk membuat waktu jeda yang tidak efektif.

Konsistensi sangat penting dalam menerapkan time out.
Orang tua sebaiknya memastikan semua orang dewasa yang mendisiplinkan anak mereka mengunakan teknik yang sama.

Time out (waktu jeda) sesuai untuk anak usia 18 bulan sampai 10 tahun.

Time Out Sebagai Cara Mendisiplinkan Anak Untuk Perilaku Apa Saja

Time out (waktu jeda) dilakukan bila tidak mengikuti perintah orang tua.
Anak yang tidak mengikuti perintah orang tua dalam waktu 5 detik maka waktu jeda sebaiknya diterapkan.

Berikan perintah kepada anak dengan tegas.
Orang tua sebaiknya jangan memberikan perintah jika mereka tidak siap untuk tegas.

Hindari memberi peringatan lebih dari satu kali sebelum menggunakan waktu jeda, sehingga anak akan belajar dengan mudah bahwa orangtuanya bersungguh-sungguh.

Dengan hanya memberikan satu peringatan akan menurunkan frustasi dan kemungkinan emosi.

Perintah yang dimaksud adalah perintah untuk menghentikan perilaku yang tidak dapat diterima seperti tantrum, memukul, menggigit, melanggar aturan rumah.

Konsistensi sangat penting, untuk itu orang tua perlu menentukan sebelumnya perilaku-perilaku apa yang mereka setujui untuk dikenakan waktu jeda.

Saat orang tua baru memulai waktu jeda, lebih baik fokuskan kepada satu atau dua masalah perilaku, setelah perilaku tersebut membaik maka orang tua dapat menambahkan perilaku-perilaku yang lain yang dapat dikenakan waktu jeda.

Anak sebaiknya ditempatkan pada waktu jeda setiap kali anak berperilaku yang tidak bisa diterima, selain itu juga berbahaya dan membahayakan.

bersambung ke halaman mendisiplinkan anak dengan time out

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.