Gaya Belajar Anak Dan Cara Mengoptimalkannya

Kecerdasan dan Gaya Belajar Anak

gaya belajar anak – Makna belajar sering dipersepsikan sebagai tindakan duduk diam di dalam kamar belajar, mendengarkan penjelasan guru dan membaca textbook.

Tentu saja persepsi ini mengandung kesalahan yang fatal, karena hal ini justru bisa membuat anak menjadi tertekan, yang mungkin akan berujung pada stress.

Arti sesungguhnya belajar adalah bagaimana anak menerima informasi dari dunia sekitarnya dan bagaimana dia memproses dan menggunakan informasi tersebut.

Mengingat setiap anak memiliki keunikan tersendiri (dan tidak pernah ada dua anak yang memiliki pengalaman hidup yang sama persis),

Hampir dipastikan bahwa gaya belajar masing-masing anak berbeda satu dengan yang lain.

Dua anak yang tumbuh dalam kondisi dan lingkungan yang sama (dan meskipun mendapat perlakuan yang sama) belum tentu akan memiliki pemahaman, pemikiran dan pandangan serta kecerdasan yang sama terhadap dunia sekitarnya, karena masing-masing anak memiliki cara pandang sendiri terhadap setiap peristiwa yang dilihat dan dialaminya.

Cara pandang inilah yang dikenal sebagai gaya belajar
.

Faktor Pembentuk Gaya Belajar Anak

Kapan gaya belajar mulai dimiliki anak?
Gaya belajar anak dipengaruhi oleh faktor bawaan. Ada anak-anak yang memang memiliki fisik kuat dan prima sehingga cenderung memiliki gaya belajar kinestetik.

Atau juga ada anak yang memiliki rasa seni tinggi sehingga gaya belajar visual lebih melekat dalam dirinya.

Jika salah satu indra kurang berfungsi secara maksimal, maka umumnya indra lain akan menggantikannya.

Jika penglihatan seorang anak kurang berfungsi, maka indra pendengarannya lebih menonjol sehingga ia lebih peka terhadap suara atau bunyi-bunyian.

Selain itu, pola asuh juga memegang peran penting dalam kemunculan gaya belajar seseorang.

Maksudnya, gaya belajar ditentukan oleh sejauh mana orang tua melakukan stimulasi terhadap masing-masing indra anaknya.

Anak yang sejak kecil terbiasa dibacakan dongeng, boleh jadi akan terbiasa untuk mengasah kemampuan pendengarannya.

Ia juga bisa cepat mencerna ucapan sang pendongeng. Akibatnya, anak akan cenderung menjadi seorang auditory learner dalam gaya belajarnya.

Sementara anak seorang pelukis yang mayoritas waktunya lebih tercurah untuk mengamati detail-detail gambar orangtuanya biasanya akan menjadi seseorang dengan tipe belajar visual.

Kenali Gaya Belajar Anak

Gaya belajar merupakan preferensi moda belajar yang paling dominan dan selaras dengan buku manual otak anak.apapun gaya belajar yang dipilih,

Pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu agar yang bersangkutan bisa menangkap materi pelajaran dengan sebaik-baiknya dan memberikan hasil yang maksimal.

Mengetahui gaya belajar anak merupakan langkah paling jitu untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi anak.

Oleh karena itu suatu kewajiban bagi anda untuk mengenali gaya belajar anak.
Untuk mengerti cara belajar anak, perhatikan pada waktu anak anda bermain.
Mainan apa yang disukainya?

Mungkin saja mainan yang menarik buat anak anda ternyata mainan yang umum.tapi bisa juga mereka menyukai benda-benda dengan warna yang cerah ceria. Sesuatu yang unik, atau mungkin benda-benda yang mengeluarkan suara.

Perhatikan juga pada saat anda membacakannya buku cerita atau buku dongeng sebelum tidur. Bagian mana yang paling menarik hatinya?

Apakah dia memperhatikan gambar di buku itu atau malah memperhatikan nada suara anda saat bercerita, menyentuh gambar-gambar yang ada di buku, atau melompat ke pangkuan anda dan menirukan gaya dari karakter yang anda ceritakan.

Dengan mengetahui gaya belajar sang anak maka anda akan lebih mudah untuk menstimulasi dan memberikan fasilitas apa yang tepat untuk anak anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.