18 Macam Penerapan Disiplin Oleh Orang Tua

18 Macam Penerapan Disiplin Oleh Orang Tua

Penerapan disiplin oleh orang tua kepada anak memang tidak mudah terlebih jika tidak melibatkan kekerasan didalamnya namun manjur untuk anak .

18 Hal Penerapan Disiplin Oleh Orang Tua Kepada Anak Yang Perlu Diperhatikan

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam penerapan disiplin oleh orang tua kepada anak ialah sebagai berikut :

  1. Tegas
    Tegas ialah suatu sikap yang sebaiknya dimiliki oleh orang tua, terlebih jika penerapan disiplin oleh orang tua dilakukan pada anak.
    Jika anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya.
    Beritahu alasannya, penjelasan yang masuk akal akan mudah diterima oleh anak dan anak akan menuruti apa yang anda katakan.
  2. Jangan Plin Plan 
    Perilaku anak tidak jauh dari perilaku orangtuanya, karena pada dasarnya si kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan.
    Begitupun jika anda dan pasangan bertindak plin plan terhadap suatu keputusan.
    Jadi buatlah kesepakatan sebelum mengambil keputusan mendiskusikan dengan pasangan dalam mendidik anak dan tidak membuatnya bingung.
  3. Kompromi
    Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka.
    Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjafi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya.
  4. Beri Bimbingan
    Membiarkan anak berbuat sesuatu hal yang tidak baik hanya akan membuat anak semakin bertambah kelakuan buruknya.
    Memang kadang kala hal itu dilakukan untuk merebut perhatian orang tuanya. Oleh karena itu orang tua harus mengatasinya dengan baik.
    Untuk menjadikan anak anda sukses tentu saja tidak bisa lepas dari usaha yang anda lakukan. Kebiasaan penerapan disiplin oleh orang tua yang anda lakukan sejak kecil bisa menjadi kebiasaan ketika besar nantinya.
    Untuk itu anda harus membiasakan anak sejak kecil dengan kebiasaan yang baik.
  5. Beri Peringatan

    Jika anak tahu aturan yang telah anda buat, pada usia tertentu, anda hanya perlu bertanya padanya, ketika anak melakukan pelanggaran.

    Dia akan langsung merasa segan pada anda, karena ada konsekuensi atau sanksi yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat .
    Jika anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3 , sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.
    Dengan adanya peringatan maka akan membuat anak ingat dengan peraturan yang dulu telah menjadi kesepakatan bersama dan harus dipatuhinya.

  6. Beri Alasan
    Jika anak bermain-main dengan benda tajam, anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan anda lakukan dan sebutkan alasannya.

    Anak akan mudah menangkap alasan yang anda kemukakan jika anda menyampaikannya menyesuaikan dengan usia anak.
    Hindari mengemukakan alasan yang mengada-ada tanpa dasar yang jelas karena bisa menimbulkan salah pemahaman dan menjadikan anak justru ingin melanggarnya.

  7. Jangan Tunda Hukuman
    Jika anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah anda tahu dia tidak disiplin, jangan sampai anda menunda memberi hukuman padanya.
    Sebab anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan.
    Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, atau membersihkan kamar mandi.
  8. Tetap Tenang
    Marah sambil berteriak, membentak atau menceramahi anak tanpa henti akan membuat anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak.
    Tindakan ini justru bisa merusak penghargaan diri pada anak anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede dihadapan orangtuanya.
  9. Bertekuk Lutut
    Menunduklah saat berbicara pada si kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut anda atau ambil posisi duduk dihadapannya, agar pandangan mata anda sejajar dengannya.
    Dengan sikap seperti ini anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya.
    Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai anda sebagai orangtuannya.
  10. Jangan Ceramah

    Ajaklah sikecil ngobrol dan berdiskusi, daripada diceramahi panjang lebar. Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti,
    ”Merokok, kan enggak baik untuk anak-anak,ya?” atau
    ,”Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?” Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

  11. Tunjukkan Sikap Positif
    Terlalu banyak waktu anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk sikecil.
    Sebaliknya, anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya.
    Adakalanya sesekali anda perlu mengucapkan
    ,”Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula”.
  12. Bermain Bersama
    Jika sempat, tak ada salahnya anda meluangkan waktu sebentar dan ikut bermain-main dengannya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam “siapa cepat dia dapat”.
    Permainan ini akan melatih anak anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari anda, atau yang dia ucapkan sendiri.
  13. Hindari Rasa Jengkel
    Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel.
    Umumnya perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit.
    Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkalan pada anak.
  14. Jangan Menampar

    Tamparan keras yang anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga anda.
    Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, daripada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun.
    Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan secara tidak langsung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

  15. Jangan Menyuap
    Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu.
    Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.
  16. Bersikap Dewasa
    Bersabda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigit atau menarik-narik rambut anak anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah.
    Bersikaplah sewajarnya sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.
  17. Hadapi Rengekan
    Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis.
    Kecuali jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
  18. Contoh Baik
    Jika suatu kali anak anda pernah memergoki anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu.
    Tapi jika anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul atau berteriak, anak anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Kesimpulan Penerapan Disiplin Oleh Orang Tua Kepada Anak

Ke 18 hal diatas memberikan gambaran kepada orang tua bagaimana menerapkan disiplin dengan tepat tetapi sebelumnya ada hal yang harus anda tahu yaitu anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak.

Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin , tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup.

Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari. Komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak memang sangat perlu dilakukan.

Yang bisa anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu anda hanya perlu bertanya kepada anak apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu.

Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orang tua.
Namun jika dia tak mau berterus terang, sementara anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.