Teknik Mendisiplinkan Anak bag. 3 (Akhir)

Teknik Mendisiplinkan Anak bag. 3 (Akhir)

Sambungan dari teknik  mendisiplinkan anak dengan time out bagian 2

Apa Yang Dilakukan Dalam Teknik Mendisiplinkan Anak Selama Dalam Time Out ?

Saat orang tua pertama kali menggunakan time out (waktu jeda) maka anak dapat berteriak atau menangis. hal ini normal dan orang tua sebaiknya mengabaikan saja.

Jangan membiarkan anggota keluarga lain memperhatikannya dan membantunya.
Minta kepada anggota keluarga lain atau siapapun untuk mengabaikan anak yang sedang menjalani waktu jeda.

Jika ada saudara yang mengganggu adik / kakaknya yang sedang menjalani teknik mendisiplinkan anak dengan time out (waktu jeda) , sebaiknya dikenakan waktu jeda juga.

Sebaiknya tidak ada yang berbicara atau melakukan kontak mata dengan anak yang sedang menjalani waktu jeda.

Semua protes dan kerewelan yang dilakukan oleh anak yang sedang menjalani time out sebaiknya diacuhkan .

Saat anak menjalani waktu jeda maka orang tua sebaiknya melakukan aktifitas seperti biasa.
Orang tua sebaiknya tidak berdiri menunggu waktu jeda berakhir.
Anak perlu melihat bahwa anggota keluarga yang lain tidak terganggu dengan waktu jeda.

Dianjurkan orang tua menggunakan jam weker untuk mencatat waktu jeda.
Saat anak sudah duduk di kursi dan tenang maka orang tua menjalankan waktu jam (alarm).

Sebagai aturan umum teknik mendisiplinkan anak disarankan waktu jeda berlangsung satu menit untuk tiap usia anak sampai maksimal 5 menit.

Waktu ini merupakan waktu untuk tenang.
Jika anak mulai berbicara atau mencari perhatian maka sebaiknya waktu diulang kembali.

Orang tua tidak perlu mengajarkan atau mengingatkan anak tentang aturan diam.
Karena anak akan mendapat pesan tersebut dengan melihat orang tua mengulang waktu di jam.

Jika anak turun dari kursi sebelum waktu jeda selesai maka orang tua sebaiknya segera berkata

“tidak”

dengan suara tegas dan menempatkan anak kembali di kursi.
Kemudian mengatur ulang jam untuk mengukur waktu jeda.

Apa Yang Dilakukan Saat Periode Time Out (Waktu Jeda) Berakhir?

Jam alarm akan berbunyi dan setelah anak duduk dan diam selama waktu jeda maka alarm jam akan berbunyi.

Hal ini bukanlah tanda anak untuk turun dari kursi, orang tualah yang menentukan apakah anak sudah bisa turun atau belum dari kursi.

Jika jawabannya “ya” maka orang tua sebaiknya mengatakan bahwa waktu jeda sudah berakhir.
Jika jawabannya negatif (atau anak masih marah) maka orang tua sebaiknya pergi dan kembali mengatur alarm untuk menambah wakyu jeda.

Orang tua sebaiknya dalam menjalani teknik mendisiplinkan anak tidak mengajarkan anak mereka mengenai kenapa anak menjalani waktu jeda.

Anak yang dikenai waktu jeda karena tidak menuruti perintah (contoh membereskan mainan) maka setelah waktu jeda berakhir anak diminta untuk melakukan perintah tersebut.

Jika anak mengikuti perintah maka orang tua sebaiknya mengatakan sesuatu seperti,

“Saya suka saat kamu melakukan apa yang diminta”.

Jika anak tidak melakukan kembali maka anak mengikuti waktu jeda berikutnya.
Butuh beberapa kali sebelum anak belajar bahwa orang rua bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka katakan.
Setelah waktu jeda, penting untuk orang tua memuji perilaku amak yang sesuai.

Menggunakan Time Out (Waktu Jeda) Di Luar Rumah

Orang tua disarankan untuk mengggunakan waktu jeda di rumah saja sampai orang tua dan anak mempelajari prosedurnya.

Saat anak konsisten dan menggunakan waktu jeda dengn sedikit keluhan maka orang tua bisa memulai menggunakannya di luar rumah.

Jika tidak ada kursi, orang tua bisa mengganti dengan berdiri dipojok, duduk di tangga atau berdiri di ujung lantai.

Hal yang perlu diingat adalah orang tua jangan pernah meninggalkan anak mereka tidak terjaga di tempat umum.

Penghargaaan

Hal yang sangat penting untuk membuat waktu jeda agar berjalan baik adalah apa ang akan dilakukan jika anak berlaku baik.

Orang tua jangan menganggap biasa saja perilaku anak yang baik, tetapi orang tua sebaiknya memberitahukan anak dengan pujian atau perhatian fisik saat mereka berlaku baik.

Sehingga nantinya anak akan berperilaku baik dan tidak perlu memberlakukan time out (waktu jeda) kepada anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.